Asesmen Diagnostik Untuk Siswa : Tujuan dan Jenisnya

Pada artikel berikut akan diulas hal yang berkaitan dengan Asesmen Diagnostik untuk siswa yaitu tujuan dilakukan asesmen diagnostik di kelas dan Jenis -jenis apa saja yang ada pada asesmen diagnostik. Selamat Membaca.

Pengertian Asesmen Diagnostik Untuk Siswa.

Berikut ini pengertian asesmen diagnostik yang dihimpun dari sumbernya,

Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Peserta Didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara afirmatif.

Pada penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa betapa pentingnya Asesmen Diagnostik dilakukan seorang Guru sebelum memulai pembelajaran sehingga Ia dapat mengetahui keadaan awal anak didiknya.

Lihat Juga : Komponen Kurikulum Sekolah Penggerak

Jenis- Jenis Asesmen Diagnostik.

Terdapat dua jenis asesmen diagnostik yang ada untuk siswa Asesmen diagnostik kognitif dan Asesmen diagnostik non kognitif. Berikut ini Penjelasannya.

Asesmen diagnostik kognitif

Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal seperti berikut:

  1. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
  2. Aktivitas siswa selama belajar di rumah
  3. Kondisi keluarga dan pergaulan siswa
  4. Gaya belajar, karakter, serta minat siswa

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Tindak Lanjut

Asesmen diagnostik non kognitif.

Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran.
Pelaksanaan Asesmen diagnostik kognitif ini dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain. Asesmen Diagnostik bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif.

Lihat Juga : Prinsip Kurikulum Sekolah Penggerak

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Diagnosis dan Tindak Lanjut

Tujuan Pelaksanaan Asesmen ini untuk siswa.

Secara umum, sesuai namanya asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa
dan mengetahui kondisi awal siswa. Berikut ini perbedaan antara tujuan asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif.

Tujuan Asesmen diagnostik

Lihat Juga : Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak

Tujuan Asesmen Diagnostik Non-kognitif 

  • Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  • Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
  • Untuk Mengetahui kondisi keluarga siswa
  • Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
  • Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa

Tujuan Asesmen Diagnostik kognitif

  • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
  • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
  • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata.

Lihat Juga : Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak

Penutup

Demikian informasi yang berkaitan dengan tujuan dan jenis asesmen diagnostik untuk siswa. Untuk langkah pelaksaan asesmen diagnostik ini akan di bahas pada artikel yang berbeda. Semoga memberikan informasi bagi para pembaca.

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *