Implikasi Perubahan Kurikulum Prototipe

Pada artikel ini, akan bahas mengenai implikasi perubahan kurikulum prototipe. Hal – hal yang akan dibahas meliputi yang berkaitan dengan Jam mengajar Guru, Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan linieritas mata pelajaran (Mapel) setelah kurikulum prototipe ini diterapkan di satuan pendidikan. Selamat membaca.

Implikasi Perubahan dan Mitigasi Kurikulum Prototipe

Pada artikel sebelumnya telah dibahas hal yang berkaitan dengan Kurikulum Prototipe : Apa dan Bagaimana Sistemnya. Kurikulum prototipe ini merupakan kurikulum yang melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya (kurtilas). Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah merancang Kurikulum prototipe ini agar dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Kurikulum ini diharapkan dapat memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar. Berikut ini implikasi perubahan dan mitigasi yang terdapat pada kurikulum prototipe.

Implikasi perubahan Kurikulum Prototipe

1. Jam Mengajar dan Tunjangan Profesi Guru

  • Jam mengajar mapel-mapel kelompok umum alokasi beban mengajarnya tetap
  • Diberikan beban tambahan mengajar bagi guru yang beban mengajarnya kurang, seperti menjadi koordinator projek penguatan profil Pelajar Pancasila.

2. Linieritas Mata Pelajaran 

  • Disusun linieritas mata pelajaran yang selaras dengan struktur kurikulum prototipe, misal untuk mata pelajaran informatika dapat diampu oleh guru yang mempunyai latar belakang informatika atau MIPA.

3. Kapasitas Guru dan Sekolah untuk Menerjemahkan menjadi Kurikulum Sekolah dan Pembelajaran

  • Diberikan pelatihan dan pendampingan kepada komite pembelajaran (Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
  • Menyediakan platform teknologi untuk guru belajar dan berbagi.

Lihat Juga : Pelatihan Kurikulum Prototipe

Alokasi Waktu Mata Pelajaran dengan Kurikulum Prototipe

Tabel berikut merupakan salah satu implikasi perubahan kurikulum prototipe dengan contoh alokasi waktu mata pelajaran di kelas X SMA dengan mengunakan kurikulum prototipe di Sekolah penggerak.

Alokasi Waktu Mapel Kurikulum Prototipe

Catatan :

  1. Seperti halnya di SMP, di kelas 10 SMA, IPA terdiri dari Fisika, Kimia, dan Biologi. Sedangkan IPS terdiri dari Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi
  2. Sejarah Indonesia dan Sejarah Dunia digabung menjadi “Sejarah
  3. Minimal 25% jam pelajaran dari setiap mata pelajaran wajib dialokasikan untuk projek kokurikuler

***opsional. Satuan Pendidikan dapat mengintegrasikan muatan lokal dalam mapel lain atau diajarkan melalui kegiatan projek.

Lihat Juga : Pengembangan Karakter Kurikulum Prototipe

Pengembangan Karakter Kurikulum Prototipe

Seperti kita ketahui bersama bahwa Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya. Dalam struktur kurikulum prototipe, 20 – 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek. Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter karena:

  • Memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning)
  • Mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu
  • Struktur belajar yang fleksibel.

 

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published.