Konsep Mindfulness dalam pembelajaran

Mindfulness adalah suatu cara melatih diri Anda untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi saat ini dengan melibatkan kesadaran dan ketidak berpihakan. Penerapan mindfulness dilakukan dengan tujuan untuk menenangkan pikiran. Artikel ini membahas mengenai konsep kesadaran penuh (mindfulness) yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Selamat membaca.

Konsep Mindfulness

Apa itu Konsep kesadaran penuh (mindfulness)?

Menurut Kabat – Zinn (dalam Hawkins, 2017, hal. 15), Konsep mindfulness (Kesadaran penuh) dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan.

Dalam kesadaran penuh (mindfulness) ini, terdapat beberapa kata kunci, yaitu:

  1. Kesadaran (awareness),
  2. Perhatian yang disengaja (on purpose),
  3. Saat ini (present moment),
  4. Rasa ingin tahu (curiosity), dan
  5. Kebaikan (compassion).

Dari semua kata kunci di atas, dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa (rasa ingin tahu dan kebaikan) pada kegiatan (fisik) yang sedang kita dilakukan.

Lihat Juga : Profil Pelajar Pancasila : Pengertian dan Jenis

The Benefits Of Mindfulness

(Sumber Gambar)

Kapan mindfulness muncul?

Setelah Anda mengetahui apa itu mindfulness, pertanyaan berikutnya yang muncul adalah ‘Kapankah kesadaran penuh ini muncul?‘. Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan, atau dalam situasi yang menghendaki perhatian yang penuh.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang dilakukan dengan kesadaran yang penuh :

  1. Seorang Blogger yang sedang konsentrasi penuh membuat tulisan di blognya
  2. Seorang anak laki-laki yang terlihat asyik bermain mobil-mobilan tanpa terganggu oleh suara sekitarnya (seperti suara percakapan orangtuanya atau suara ribut lainnya).
  3. Murid yang sedang memainkan musik.
  4. Seorang remaja yang sedang membaca sebuah novel dan menikmati alur cerita dalam bacaannya tersebut
  5. Seorang Bapak yang sedang menikmati segelas teh hangat, atau menikmati pemandangan matahari terbenam,
  6. Guru yang sedang mendengarkan murid dengan penuh perhatian.

Intinya adalah semua kegiatan dilakukan dengan adanya perhatian yang secara sadar dengan dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan.

Bagaimana Latihan Konsep mindfulness?

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa di dalam kondisi berkesadaran penuh, terjadi perubahan fisiologis seperti meluasnya area otak yang terutama berfungsi untuk belajar dan mengingat, berkurangnya stress, dan munculnya perasaan tenang dan stabil (Kabat-Zinn, 2013, hal. 37). Dengan demikian, salah satu fungsi latihan berkesadaran penuh adalah menumbuhkan perasaan yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih, yang akan berpengaruh pada keputusan yang lebih responsif dan reflektif.

Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) menjadi sangat relevan dan penting bagi siapapun untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan bahagia dan optimal. Ini termasuk bagi pendidik, murid bahkan juga untuk orangtua. Latihan tersebut sebenarnya sudah banyak diterapkan dalam pendidikan kita sejak lama. Misalnya, mengajak murid untuk hening dan berdoa sebelum memulai pelajaran, melakukan berbagai kegiatan literasi, mencintai alam, berolah-seni maupun berolahraga, dan lain sebagainya.

Lihat Juga : Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran dengan Ceramah, Demonstrasi dan Diskusi

Bagaimana Penerapan Konesp Mindfulness pada kurikulum?

Pada tahun 2011, The Hawn Foundation bekerjasama dengan Columbia University mengembangkan sebuah kurikulum yang disebut ‘the MindUp Curriculum’. Sebuah kurikulum yang ditujukan untuk tingkat Pra Sekolah sampai kelas 8. The Mindup Curriculum adalah kurikulum pembelajaran yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sosial dan emosional (social and emotional awareness), meningkatkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being), dan keberhasilan akademik yang berbasis penelitian dan praktik kelas.

(Sumber : Materi Guru Penggerak Modul 2.2)

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *