Latar Belakang Asesmen Nasional

Artikel ini membahas mengenai latar belakang pelaksanaan asesmen nasional yang merupakan pengganti ujian nasional oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud).

Apa itu PISA

PISA merupakan singkatan dari Programme for International Student Assessment.  PISA adalah sebuah studi internasional yang berkaitan dengan prestasi literasi membacamatematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun .

Penyelenggara studi ini dilaksanakan oleh sebuah organisasi yang benama OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) beserta konsorsium internasional yang membidangi masalah Sampling, Instrumen, Data, Pelaporan, dan sekretariat.

PISA merupakan studi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali, yaitu pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, 2012 dan seterusnya.  Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak tahun 2001. Pada setiap siklus, terdapat 1 domain major sebagai fokus studi. PISA tidak hanya memberikan informasi tentang benchmark Internasional tetapi juga informasi mengenai kelemahan serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Lihat Juga : Cara Melakukan Pendataan Asesmen Nasional 2021

Latar Belakang Asesmen Nasional

Pelaksanaan studi PISA tahun 2018 diikuti 399 satuan pendidikan dengan 12.098 peserta didik. Hasil studi PISA 2018 yang dirilis oleh OECD menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam membaca, meraih skor rata-rata yakni 371, dengan rata-rata skor OECD yakni 487. Skor rata-rata matematika mencapai 379 dengan skor rata-rata OECD 487. Selanjutnya untuk sains, skor rata-rata siswa Indonesia mencapai 389 dengan skor rata-rata OECD yakni 489.

Hasil PISA kecakapan Matematika

Hasil PISA pada tahun 2018 membuktikan kemampuan belajar siswa pada pendidikan dasar dan menengah kurang memadai. Hasil tersebut menyebutkan bahwa :

  • Sekitar 70% siswa memiliki kompetensi literasi membaca di bawah minimum.
  • 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum untuk matematika dan
  • 60% siswa di bawah kompetensi minimum untuk keterampilan sains.

Skor PISA Indonesia stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten dengan peringkat hasil PISA yang terendah diantara negara lainnya. Bahkan untuk regional Asia tenggara, nilai PISA Indonesia masih kalah dengan negara Thailand dan Malaysia.

Lihat Juga : Apa itu AKM dan Bagaimana Prosesnya?

Singapura, Hongkong/China, Korea, Jepang dan Finlandia menjadi 5 negara yang memiliki nilai PISA yang sangat baik

Hasil PISA

(sumber gambar)

Menanggapi kondisi tersebut, reformasi asesmen diperlukan guna mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Pemetaan mutu pendidikan secara menyeluruh dibutuhkan. Untuk itu pada tahun 2021 mendatang, Asesmen Nasional (AN) akan resmi diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ujian Nasional (UN) sudah tidak lagi diberlakukan. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sejumlah dinas dan lembaga terkait.

Dalam hal ini, Asesmen Nasional (AN) diterapkan untuk mengevaluasi kinerja dan mutu sistem pendidikan. Nantinya, hasil Asesmen Nasional tidak memiliki konsekuensi apapun pada pencapaian proses belajar siswa namun memberikan umpan balik untuk tindak lanjut pembelajaran dan kompetensi siswa.

(sumber)

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *