Metode Resitasi, Eksperimen dan Fieldtrip

Pada postingan sebelumnya telah dibahas mengenai Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran dengan Ceramah, Demonstrasi dan Diskusi. Pada postingan ini akan dibahas mengenai kelabihan dan Kekurangan Metode Resitasi, Eksperimen (Percobaan) dan Karya Wisata (Fieldtrip). Selamat membaca.

Metode Resitasi

Metode resitasi adalah sebuah metode mengajar yang menugaskan siswa untuk membuat ringkasan (resume) mengenai materi yang telah disampaiakan guru dalam pembelajaran. Ringkasan materi yang di buat dengan cara menuliskan materi pelajaran pada kertas dan menggunakan kalimat siswa masing-masing. Imansjah Alipandie dalam bukunya yang berjudul “Didaktik Metodik Pendidikan Umum” mengemukakan bahwa Metode resitasi adalah cara untuk mengajar yang dilakukan dengan jalan memberi tugas khusus kepada siswa untuk mengerjakan sesuatu di luar jam pelajaran. Pelaksanaannya bisa dirumah, diperpustakaan, dilaboratorium, dan hasilnya dipertanggungjawabkan. Sedangkan menurut Djamarah dan Zain (2006: 85) metode penugasan (resitasi) adalah “Metode penyajian bahan, dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar yang dapat dilakukan dalam kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan dan pada lingkungan sekolah lainnya yang mendukung”. (sumber)

Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasannya.

Kelebihan metode resitasi

  • Siswa akan menjadi lebih mengingat  materi pelajaran yang telah disampaikan, karena telah menuliskan materi dengan gaya bahasanya dalam bentuk ringkasan (resume) materi.
  • Siswa menjadi terlatih dalam mengolah kemampuan merangkum pelajaran.

Kekurangan metode resitasi

  • Bagi siswa yang malas untuk meringkas materi, hasil resume yang dibuat merupakan duplikasi dari teman dan bukan hasil pikirannya sendiri.
  • Ada kecendrungan tugas resume yang diberikan dikerjakan oleh orang lain/teman.
  • Guru cenderung kesulitan untuk mengetahui apakah siswa benar- benar memahami hasil tulisan resumenya sendiri.

Metode Eksperimen (Percobaan)

Metode Eksperimen atau metode percobaan adalah metode pengajaran berupa praktikum atau percobaan laboratorium. Setiap siswa yang terlibat langsung dengan metode ini dapat melihat proses suatu hal yang sedang dipelajari dengan langsung. Metode Praktikum ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Simak penjelasannya berikut ini.

Kelebihan metode percobaan

  • Metode ini mampu meyakinkan siswa bahwa materi yang sedang mereka dipelajari benar adanya karena telah  dibuktikan dalam percobaan.
  • Dengan metode ini mampu mengembangkan kemampuan eksplorasi siswa karena telah melakukan percobaan secara langsung.
  • Secara tidak langsung Guru telah menciptakan siswa dengan jiwa peneliti (ilmuwan baru yang suka mencari tahu). Dengan metode ini,  guru menciptakan generasi yang dapat pengembangan keilmuan dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat.

Kekurangan metode percobaan

  • Memerlukan persiapan yang matang dari segi alat dan bahan maupun persiapan dari guru
  • Cenderung berbiaya mahal khususnya untuk percobaan yang tingkat lanjut (laboratorium yang dibutuhkan cenderung mahal)
  • Sering muncul beberapa kendala seperti Kekurangan alat yang menghambat siswa untuk dapat bereksperimen lebih lanjut.
  • Eksperimen hanya dilakukan pada jam kelas dan ruang yang terbatas (laboratorium), sehingga percobaan yang dapat dilakukan juga terbatas
  • Pada umumnya, metode ini hanya cocok untuk beberapa pelajaran tertentu, seperti biologi, teknologi, dan sebagainya.

Metode Karya Wisata (Fieldtrip)

Metode karya wisata (Fieldtrip) adalah suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah, lokasi atau tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa. Dalam metode mengajar ini Guru melakukan pendampingan. Untuk siswa yang usianya masih terlalu muda (seperti anak TK dan SD kelas rendah) perlu pendampingan tambahan dari orang tua. Pendampingan dilakukan untuk menunjukkan sumber pengetahuan yang perlu dipahami oleh siswa. Metode karya wisata ini bisa dilakukan di tempat tempat sejarah, di alam, dan sebagainya. dengan metode ini, siswa memperoleh pengalaman langsung melihat tempat-tempat tersebut. Metode Karya Wisata ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Simak penjelasannya berikut ini.

Lihat Juga : Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran dengan Ceramah, Demonstrasi dan Diskusi

Kelebihan metode karya wisata

  • Dengan melakukan perjalanan karya wisata, Murid akan merasa lebih senang sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan.
  • Pengajaran dengan metode ini bisa merangsang siswa untuk lebih kreatif.
  • Metode ini memanfaatkan interaksi dengan lingkungan nyata sehingga siswa dapat langsung mengalaminya.
  • Bahan yang dipelajari ketika sekolah, bisa langsung dilihat secara nyata misalnya bangunan bersejarah.

Kekurangan metode karya wisata

  • Metode ini membutuhkan biaya yang cukup mahal karena melakukan perjalanan dan mungkin dikenakan biaya lain seperti biaya masuk ke tempat yang dituju.
  • Dibutuhkan persiapan yang matang untuk dapat melaksanakan metode ini mulai dari perencanaan, survei lokasi dan lainnya.
  • Memerlukan persiapan yang disetujui oleh banyak pihak baik orang tua maupun instansi (tempat) yang menjadi tujuan kegiatan.
  • Seringkali metode belajar ini lebih mengutamakan tujuan rekreasi daripada tujuan pembelajarannya.
  • Keselamatan dan perlindungan siswa menjadi faktor penting. sehingga memerlukan pengawasan dari pihak guru dan orang tua.

Demikian penjelasan mengenai kelabihan dan Kekurangan Metode Resitasi, Eksperimen (Percobaan) dan Karya Wisata (Fieldtrip). Semoga bermanfaat.

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *