Pelatihan Kurikulum Prototipe

Halo Bapak/Ibu pembaca setia, postingan ini akan membahas pelatihan kurikulum Prototipe yang sudah dapat diterapkan mulai tahun ajaran 2022/2023. Selamat membaca.

Apa itu Kurikulum Prototipe?

Pada postingan sebelumnya berkaitan dengan Apa dan Bagaimana Sistemnya Kurikukum Prototipe, telah dijelaskan bahwa kurikulum prototipe ini merupakan kurikulum pengembangan dari kurikulum 13 (kurtilas) yang dirancang oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud). Kurikulum ini memiliki karakteristik khusus yaitu Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter. Kurikulum ini juga memiliki fleksibilitas yang tinggi bagi guru sehingga guru dapat melakukan penyesuaian dengan konteks serta dapat lebih fokus kepada materi esensial.

Buku Teks Pelajaran dan Perangkat ajar Pendukung Kurikulum

Berikut ini penjelasan berkaitan dengan buku teks pelajaran serta perangkat ajar untuk mendukung pembelajaran dalam penerapan kurikulum prototipe di satuan pendidikan.

  • Buku teks, modul dan perangkat ajar lain disediakan secara digital melalui platform digital untuk guru. Sekolah dapat melakukan pengadaan buku teks secara mandiri dengan BOS reguler, dukungan pemda, dan yayasan
  • Buku cetak disediakan melalui SIPLah dengan dana BOS atau cetak mandiri.

Lihat Juga : Peta Konsep : Solusi untuk Miskonsepsi Pembelajaran

Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum Prototipe

Pelatihan kurikulum prototipe bagi Guru dan Kepala Sekolah akan dilaksanakan dengan sistem micro learning di platform digital yang akan di siapkan. Sedangkan pendampingan Guru dan Kepala Sekolah akan dilakukan oleh Sekolah penggerak angkatan pertama. Selain itu akan ada pendampingan terhadap Pemerintah daerah (Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota).

dalam rangka mendukung kurikulum prototipe ini, Direktorat Jendral (Dirjen) GTK akan melaksanakan pelatihan. Pola pelatihan dibagi atas 2 jenis yaitu untuk sekolah penggerak dan non sekolah penggerak. Berikut ini perinciannya:

Pelatihan untuk Sekolah Penggerak dan SMK – PK

  1. Melakukan pelatihan asinkron kurikulum prototipe
  2. Melakukan pelatihan sinkron kurikulum prototipe
  3. Melaksanakan pendampingan penerapan kurikulum prototipe

Pelatihan untuk Non Sekolah Penggerak Non SMK – PK

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Pola pelatihan bagi sekolah non sekolah penggerak adalah dengan melaksanakan Microlearning yaitu pelatihan asinkron untuk kurikulum prototipe. Pelatihan asinkron ini dapat berupa berupa modul-modul belajar mandiri yang tersedia secara daring yang dapat diakses oleh semua sekolah untuk memudahkan adopsi kurikulum Merdeka. Selain itu kegiatan lainnya adalah Menyiapkan Narasumber untuk kurikulum prototipe. Pola kegiatannya dapat berupa pengimbasan dari Sekolah Penggerak. Bentuk pengimbasan bisa dilakukan secara webinar, secara luring dengan kemitraan dengan pemerintah daerah, atau bentuk kemitraan lainnya. Selanjutnya adalah Pengembangan Komunitas Belajar Mendorong pengembangan komunitas Belajar, yaitu :

  • Lulusan Guru Penggerak membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik dalam adopsi kurikulum baru baik di dalam sekolahnya maupun di komunitasnya
  • Mengembangkan komunitas belajar melalui pelibatan Pengawas Sekolah

Lihat Juga : Prinsip Kurikulum Sekolah Penggerak

Pelatihan Kurikulum Prototipe

Pola Pelatihan dan Adopsi Kurikulum Prototipe

Pola adopsi kurikulum prototipe ini dapat dilakukan secara bertahap oleh satuan pendidikan. Berikut ini perinciannya.

  • Melaksanakan Pelatihan di tahun pertama, penerapan di tahun kedua (Opsi 1)
  • Pelatihan dan/atau penerapan di tahun pertama dengan kompleksitas sederhana/dasar (Opsi 2)
  • Pelatihan dan/atau penerapan di tahun pertama dengan kompleksitas sedang (Opsi 3)

Lihat Juga : Pendidikan Karakter : Tantangan Berat di masa Pandemi

Penerapan kurikulum prototipe dilakukan melalui tahapan berdasarkan kapasitas dan penetapan target oleh satuan pendidikan. Berikut ini penjelasannya.

  • Tahap 1. Kompleksitas Sederhana : Mengikuti contoh yang telah disediakan/dilatihkan
  • Tahap 2. Kompleksitas Dasar : Melakukan modifikasi mengacu contoh yang disediakan/dilatihkan
  • Tahap 3 Kompleksitas Sedang : Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah dan masyarakat secara terbatas
  • Tahap 4. Kompleksitas tinggi : Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah secara luas

Lihat Juga : Pembelajaran Berdiferensiasi : Penerapannya di Kelas

penerapan kurikulum prototipe

Catatan : Perubahan Struktur mata pelajaran tidak akan merugikan guru serta semua guru berhak mendapatkan tunjangan profesi (sertifikasi) ketika menggunakan kurikulum 2013.

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published.