Pembelajaran Sosial Emosional Pengenalan Emosi

Dalam Kompetensi Sosial Emosional Modul Guru Penggerak, terdapat materi Kesadaran diri – pengenalan emosi. Pada artikel ini akan dibahas mengenai Kompetensi Sosial Emosional (KSE) program guru penggerak khususnya dalam pembelajaran sosial emosional (PSE).

Pengenalan Pembelajaran Sosial Emosional

Menurut Laura King dalam buku ‘The Science of Psychology‘, Emosi merupakan respon individu terhadap kejadian atau keadaan yang mengancam. Untuk mencapai kesadaran diri, seorang individu perlu melakukan kesadaran penuh (mindfulness). Untuk dapat melakukan kesadaran penuh, Anda perlu melakukan teknik STOP. Berikut ini akan di jelaskan teknik STOP

Pengertian Pembelajaran Sosial Emosional

Kompetensi Sosial Emosional

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) merupakn sebuah proses pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk:
  1. memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi
  2. menetapkan dan mencapai tujuan positif
  3. merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain
  4. membangun dan mempertahankan hubungan yang positif
  5. membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Lihat juga : Konsep Mindfulness dalam pembelajaran

Pembelajaran sosial dan emosional dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup:
  1. Rutin: pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan lingkaran pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan siang
  2. Terintegrasi dalam mata pelajaran: misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan masalah, dll.
  3. Protokol: menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.

Lihat Juga : Mindfulness dan Cara Kerja Otak

Teknik STOP dalam Kesadaran Penuh Pada Pembelajaran Sosial Emosional

STOP merupakan akronim atau singkatan dari Stop, Take a deep Breath, Observe dan Proceed. Beikut ini penjelasan dari teknik STOP

Stop/ Berhenti.

Pada tahap ini, Anda harus menghentikan setiap kegiatan yang sedang dilakukan. Tujuannya adalah untuk dapat melakukan tahap berikutnya dalam teknik ini.

Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam.

Pada tahap ini, Anda diminta unuk menarik nafas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar.

Observe/ Amati.

Langkah selanjutnya pada teknik ini adalah mengamati apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda. Cobalah amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempes saat Anda membuang napas. Amati pilihan-pilihan yang dapat Anda lakukan.

Proceed/ Lanjutkan.

Ini adalah langkah terakhir dalam teknik ini. Silahkan lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

Kesadaran penuh (mindfulness) memiliki korelasi yang tinggi terhadap kesadaran diri sebagai kompetensi pembelajaran sosial dan emosional. Kembali kepada pengenalan emosi, terdapat enam emosi dasar pada kita manusia.

Enam emosi tersebut yaitu takut, jijik, marah, kaget, bahagia, dan sedih. Emosi-emosi ini muncul akibat reaksi fisik, aktivitas pikiran dan pengaruh budaya.

Lihat Juga :

Share This

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *