Pendidikan karakter : Lima Nilai Karakter Utama

Apa itu Pendidikan Karakter?

Pendidikan karakter merupakan suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik. Tujuannya adalah membangun karakter pribadi peserta didik yang unggul sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Penerapan Pendidikan karakter ini diharapkan akan melahirkan insan penerus bangsa yang memiliki karakter unggul, bermoral dan berakhlak baik. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini merupakan gerakan yang telah digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2016.

Pendidikan karakter merupakan usaha sadar yang terencana dan terarah melalui lingkungan pembelajaran untuk tumbuh kembangnya seluruh potensi manusia yang memiliki watak berkepribadian baik, bermoral-berakhlak, dan berefek positif konstruktif pada alam dan masyarakat. (Kaimuddin dalam jurnal bertajuk Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 (2014) yang dikutip dari https://akupintar.id/)

 

Pendidikan Karakter

Lima Nilai Karakter Utama Penguatan Pendidikan Karakter

Terdapat lima nilai karakter utama  yang menjadi prioritas pengembangan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Perlu kita ketahui bersama bahwa kelima karakter ini bersumber dari Pancasila. Adapun kelima karakter utama tersebut yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Perlu kita ketahui bersama bahwa masing-masing nilai ini tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri. Nilai karakter ini saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Berikut ini penjelasan nya yang dikutip dari laman kemendikbud.go.id

Nilai Pendidikan Karakter #1. Religius

Nilai karakter yang pertama adalah Nilai Religius. Nilai karakter ini mencerminkan beberapa hal, antara lain :

  • Keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut
  • Menghargai perbedaan agama
  • Menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain
  • Hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain.

Dalam Implementasinya, nilai karakter religius ini dapat ditunjukkan dalam berbagai sikap antara lain :

  • Cinta damai,
  • Toleransi,
  • Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan,
  • Teguh pendirian, percaya diri,
  • Kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan,
  • Anti perundungan (bullying) dan kekerasan,
  • Persahabatan,
  • Ketulusan,
  • Tidak memaksakan kehendak,
  • Mencintai lingkungan,
  • Melindungi yang kecil dan tersisih.

Nilai Pendidikan Karakter #2. Nasionalis

Selanjutnya adalah Nialai Karakter nasionalis. Nilai karakter ini merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap sebagai berikut :

  • Mampu mengapresiasi budaya bangsa sendiri
  • Menjaga kekayaan budaya bangsa
  • Rela berkorban
  • Unggul, dan berprestasi
  • Cinta tanah air
  • Menjaga lingkungan
  • Taat hukum
  • Disiplin
  • Menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.

Lihat Juga : Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Mengapa Harus?

Nilai Pendidikan Karakter #3. Integritas

Adapun nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya. Bentuk kepercayaan tersebut adalah dalam hal :

  • Perkataan, Tindakan, dan pekerjaan.
  • Memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral.

Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas), serta mampu menunjukkan keteladanan.

Nilai Karakter #1. Mandiri

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Siswa yang mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Lihat Juga : Pendidikan Karakter : Tantangan Berat di masa Pandemi

Nilai Karakter #1. Gotong Royong

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan sebagai berikut :

  • Menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama
  • Menjalin komunikasi dan persahabatan
  • Memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan.

Pada nilai Karakter gotong royong ini, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

 

 

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published.