Pendidikan Karakter : Tantangan Berat di masa Pandemi

Sebagai seorang guru, saya merasa saat pandemi adalah masa yang paling sulit menerapkan pendidikan karakter. Begitu pula mungkin yang di alami oleh orang tua. Hal ini sangat mendasar karena siswa melaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR) atau pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pada artikel ini akan dibahas mengenai salah satu tantangan ter berat bagi seluruh guru di seluruh Indonesia yaitu menerapkan pendidikan karakter masa pandemi. Selamat membaca.

Apa itu Pendidikan karakter?

Menurut Prof. H. Pramula Mahrus Razzan, Lc, M.Sc, M.Th, Ph.D, Pendidikan Karakter adalah suatu ilmu pengetahuan yang berfungsi memperbaiki karakter manusia yang perlu ditanamkan sejak dini guna mencetak generasi berakhlak dan bermoral Pancasila yang masih dalam lingkup Revolusi Mental. (sumber)

Pendidikan karakter dapat diterapkan di mana saja. Di dalam Keluarga, Lingkungan Masyarakat dan Di Sekolah. Pendidikan karakter di Rumah dapat dimulai dari orang tua yang memberikan teladan kepada anak-anaknya dengan memberikan contoh yang baik. Pendidikan Karakter di sekolah dapat dimulai dari Guru dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan. Tujuannya adalah dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal

Lihat Juga : Hybrid Learning : Sistem Pembelajaran di Masa Pandemi

Pendidikan Karakter : Aspek yang hilang dalam pembelajaran Daring

Salah satu artikel di portal berita online suara.com mengangkat judul Pendidikan karakter : Aspek yang hilang dalam pembelajaran Daring. Artikel tersebut di tulis oleh Ibu Ratna, Seorang Guru dari SMP Negeri 1 Doplang Kabupaten Blora. Hal yang menurut saya sangat wajar dan pasti dialami oleh Bapak/Ibu Guru lainnya di Indonesia. Dalam tulisan tersebut, dikatakan bahwa kehidupan di tengah pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun belakangan telah menyadarkan semua pihak tentang pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter siswa. Dalam tulisannya, beliau mengatakankan bahwa Guru tidak bisa serta merta menanamkan pendidikan karakter tanpa mengenali karakter setiap siswa. Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang” yang artinya tidak mungkin dapat memahami kebutuhan siswa tanpa mengenalnya terlebih dahulu. Memang bukan tugas yang mudah, apalagi sekian lama tidak berinteraksi dengan siswa secara langsung. Tentu ini adalah tantangan yang akan dihadapi semua guru di Indonesia.

Lihat Juga : Peta Konsep : Solusi untuk Miskonsepsi Pembelajaran

Penerapan social distancing saat pandemi Covid’19 Kemarin telah membuat setiap individu baik siswa maupun guru harus beradaptasi dengan kebiasaan baru (New Normal) termasuk pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini. Namun, kita sebagai pendidik tidak harus kalah dengan situasi dan harus tetap mengajarkan pendidikan Karakter kepada para siswa.

Pendidikan Karakter Masa Pandemi : Kerja sama Anata Guru dan Orang Tua

Cerita berikutnya datang dari seorang guru SMK Santo Aloisius bernama Yohana Verawati. Dalam tulisannya beliau mengatakan. Keberhasilan pendidikan karakter peserta didik dimasa pandemi ini tidak terlepas dari kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung untuk membangun pendidikan karakter siswa agar mampu menjadi peserta didik yang pandai dalam ilmu pengetahuan juga memiliki budi pekerti yang baik. Orang tua dan lingkungan mengambil peranan yang sangat penting untuk menumbuhkan karakter baik dari peserta didik. Dengan demikian orang tua seyogyanya menjadi role model (panutan) selama pembelajaran dilakukan dari rumah yang menggantikan peran pendidik sebagai role model dilingkungan sekolah selama ini. Masa pandemi menjadi momentum yang baik bagi semua pihak, baik guru, orang tua dan masyarakat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai karakter baik sebagai calon pemimpin bangsa ini dikemudian hari.

Tantangan Pendidikan Karakter masa Pandemi

(Sumber : www.smksantoaloisius.sch.id)

Penerapan Pendidikan Karakter di masa Pandemi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa sangat sulit untuk menerapkan pendidikan karakter di masa pandemi. Hal ini dikarenakan adanya jarak antara murid dan guru sehingga tidak terjadi interaksi yang intens diantara keduanya.  Pembelajaran daring mengharuskan semua guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran, padahal teknologi tidak sepenuhnya membantu proses pembelajaran mudah diterapkan. Interaksi hanya terjadi di ruang virtual dengan aplikasi zoom, google meet dan aplikasi lainnya. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh sebagian orang tua khususnya keluarga kurang mampu tidak mempunyai HP/smartphone, untuk menerima materi dan tugas yang disampaikan oleh guru melalui berbagai platform daring untuk pendidikan dari anak-anak. Selain itu, akses jaringan di berbagai daerah yang belum merata serta tidak adanya listrik.

Lihat Juga : Cara membuat kelas Zoom Meeting

Tantangan diatas adalah beberapa masalah yang muncul dalam pembelajaran masa pendemi. Namun, pendidikan karakter masa pandemi harus tetap dilaksanakan. Terdapat beberapa nilai pendidikan karakter peserta didik yang menjadi aktual peserta didik selama pandemi covid-19. yaitu :

  1. Disiplin, Salah satu contoh Disiplin dalam mengikuti pembelajaran secara daring via aplikasi zoom meeting atau Google meet. Karakter disiplin lain yang dapat dilihat adalah disiplin mengumpulkan tugas tepat pada waktunya.
  2. Jujur, yaitu jujur dalam mengerjakan tugas Individu (PR) atau ujian secara mandiri. (Contoh Ujian via Goolge Form)
  3. Tanggung jawab,  yaitu untuk melatih siswa bertanggung jawab terhadap tugasnya (PR) dan Penugasan lainnya dari guru.
Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *