Pendidikan Keterampilan Hidup Kemdikbud

Kementrian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Pendidikan (Dirjen GTK) mengadakan Program Guru Belajar dengan berbagai seri diantaranya Seri Masa Pandemi Covid 19, Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH), Seri Asesmen Keterampilan Minimum (AKM) dan Seri Pendidikan Inklusif.  Peserta Program ini hanya terbatas pada 14.000 orang peserta yang dibagi atas 12 gelombang. Pada artikel ini akan dibahas khusus seri Pendidikan Keterampilan Hidup.

Apa Itu Program Guru Belajar seri Pendidikan Keterampilan Hidup?

Program ini merupakan salah satu dari empat program Guru Belajar. Seperti yang dikutip dari sumbernya, Pendidikan Keterampilan hidup merupakan sebuah program yang ditujukan bagi para guru SMP dan SMA/SMK yang dirancang agar dapat mendukung peserta didik dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi Abad 21. Adapun keterampilan yang dimaksud adalah kemampuan pemecahan masalah (problem solving, Kemampuan Kreativitas dan Kemampuan Komunikasi. Tujuannya adalah agar setiap peserta didik mampu memperoleh pengetahuan yang komprehensif mengenai keamanan menggunakan internet, bullying (perudungan) dan kesetaraan gender. Semua topik yang telah disebutkan telah menjadi isu yang sering muncul ke permukaan.

Lihat Juga : Pendidikan Guru Penggerak, Bagaimana Prosesnya?

Bagaimana Metodologi Pembelajaran PKH

Adapun metodologi yang akan digunakan dalam sesi-sesi pembelajaran Pendidikan Keterampilan Hidup sangat bervariasi, meliputi :

  • Permainan,
  • Diskusi,
  • Penilaian diri,
  • Role-play/drama,
  • Studi kasus,
  • Pekerjaan rumah,
  • Pemetaan pemikiran,
  • Tugas proyek, dan
  • Presentasi.

Apa tujuan program ini?

Yang menjadi tujuan dalam Program ini adalah sebagai berikut :

  • Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru terkait topik-topik Pendidikan Keterampilan Hidup sehingga dapat mendukung peserta didik mengembangkan keterampilan abad ke-21 guna mencapai tujuan pendidikan nasional Indonesia.
  • Diharapkan mampu mengembangkan keterampilan guru dalam memfasilitasi pembelajaran PKH kepada peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif, partisipatif dan menyenangkan.

Lihat Juga : Apa itu Pengajar Praktik Guru Penggerak

Syarat peserta program Guru Belajar seri Pendidikan Keterampilan Hidup

Adapun yang menjadi syarat untuk dapat mengikuti program ini adalah :

  • Peserta merupakan seorang Guru (semua mata pelajaran) Tingkat SMP dan SMA/SMK.
  • Calon Peserta memiliki akun SIMPKB.
  • Memiliki komitmen untuk menyelesaikan 22 jam pelatihan PKH berbasis web / e-modul.
  • Berkomitmen untuk menyelesaikan 10 jam pendampingan (coaching clinic) secara online yang akan dipandu oleh para master trainers.
  • Calon peserta tidak sedang mengikuti atau sedang terlibat dalam kegiatan lain yang terkait dengan peningkatan kapasitas pada saat yang sama.
  • Menjadi salah satu dari 14.000 peserta yang berhasil mendaftar mengikuti program Guru Belajar pada seri PKH

Apa saja tahapan program Guru Belajar seri PKH?

Program ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu :

  • Tahap 1. Orientasi dan E-learning

Pada tahap ini para peserta menjalani pembelajaran secara daring dan menyelesaikan pembelajaran daring dalam periode waktu selama 2 (dua) minggu. Setelah menyelesaikan pembelajaran daring, peserta akan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

  • Tahap 2. Coaching Clinic

Tahap Coaching clinic merupakan tahapan lanjutan setelah tahap orientasi peserta dimana peserta akan memperoleh bimbingan dari Master Trainer untuk pendalaman materi PKH. Tahapan ini akan berlangsung selama 10 hari kerja. Setelah menyelesaikan tahap ini, peserta akan memperoleh sertifikat Pengajar Pendidikan Keterampilan Hidup

  • Tahap 3. Pengimbasan

Tahap pengimbasan merupakan tahap terakhir pada program ini. Pada tahap ini, peserta yang telah mendapatkan sertifikat melakukan pengimbasan secara sukarela dengan mengajak dan mendampingi rekan guru/tenaga pendidik lain melalui MGMP/Gugus yang bersangkutan secara online/offline sesuai jadwal di masing-masing MGMP/gugus. Kegiatan ini tidak akan dinilai pelaksanaannya, namun akan memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan program secara keseluruhan.

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *