Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Artikel ini akan membahas mengenai pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sebagai salah satu materi yang ada dalam program Guru Penggerak. Selamat Membaca

Pengantar

Untuk dapat membas lebih lanjut mengenai materi pengambilan keputusan bertanggung jawab, coba jawab beberapa pertanyaan berikut menurut pengalaman Anda sebagai bahan refleksi.

  • Pernahkah Anda mengambil sebuah keputusan yang menurut Anda salah dan menyesali keputusan yang Anda buat tersebut?
  • Pernahkah keputusan yang Anda buat, bukannya memberikan solusi terhadap masalah tersebut malah menimbulkan masalah baru, atau merugikan orang lain, lingkungan, dan bahkan diri Anda sendiri?
  • Saat Anda mengalami hal tersebut, Apa yang Anda rasakan dan Apa yang Anda lakukan?
  • Menurut Anda, mengapa seseorang mengambil keputusan yang kemudian disesalinya?

Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk membuat pilihan-pilihan yang konstruktif terkait dengan perilaku pribadi serta interaksi sosial mereka berdasarkan standar etika, pertimbangan keamanan dan keselamatan, serta norma sosial.

Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab merupakan kemampuan yang jika secara konsisten dan berkelanjutan ditumbuhkan dan dibiasakan sejak dini, akan memungkinkan seseorang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan lebih berdaya lenting (resilience) dalam menghadapi segala konsekuensi yang harus dihadapi akibat keputusan yang dibuat dalam hidupnya.

Kemampuan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab tidak datang secara alami. Kemampuan ini perlu dengan sengaja ditumbuhkan. Seorang pengambil keputusan yang bertanggung jawab akan mempertimbangkan semua aspek, alternatif pilihan, berikut konsekuensinya, sebelum kemudian mengambil keputusan.

Lihat Juga : Pembelajaran Sosial Emosional Pengenalan Emosi

Hal Penting dalam Pengambilan Keputusan

Untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab seseorang perlu belajar beberapa ha berikut ini :

  1. Mengevaluasi situasi
  2. Menganalisis alternatif pilihan mereka, dan
  3. Mempertimbangkan konsekuensi dari masing-masing pilihan itu terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Kemampuan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Salah satu strategi sederhana yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab adalah dengan menggunakan kerangka yang disebut POOCH.

POOCH merupakan singkatan dari :

  • Problem (Masalah),
  • Options (Alternatif pilihan),
  • Outcomes (Hasil atau konsekuensi),
  • Choices (Keputusan yang diambil).

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut berkaitan dengan strategi POOCH ini.

PROBLEM / MASALAH

Hal ini berkaitan dengan Apa masalah yang sedang dihadapi dan Apakah penyebabnya. Contoh :

  • Realita: Saya kurang bisa membagi waktu antara tugas mengajar dan mengerjakan tugas tambahan  dari kepala sekolah
  • Harapan: Saya terampil dalam membagi waktu antara tugas mengajar dan mengerjakan tugas tambahan dari kepala sekolah
  • Analisis  Penyebab:
  1. Belum mampu menentukan prioritas
  2. Ingin semua ada dalam kendali diri
  3. Belum memiliki keterampilan komunikasi untuk meminta bantuan
  4. Belum memiliki keterampilan komunikasi asertif untuk menolak tugas yang terus diberikan .

Lihat Juga : Dilema Etika : Empat Paradigma Dilema Etika

OPTION / ALTERNATIF PILIHAN

Hal ini bekaitan dengan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada. Contoh :

  1. Saya dapat mencari informasi tentang membuat skala prioritas (berkonsultasi dengan rekan, teman, atasan, belajar dari internet)
  2. Belajar percaya dengan mendelegasikan tugas kepada orang lain
  3. Belajar mengembangkan kemampuan komunikasi umum maupun asertif terhadap kepala sekolah

OUTCOMES/ HASIL atau KONSEKUENSI

Selanjutnya adalah mari mulai menganalisis apa saja kemungkinan yang dapat terjadi? (positif maupun negatif bagi diri sendiri dan orang lain).

Pilihan  1

  • Negatif: menyediakan waktu lebih banyak dan kemauan untuk belajar dan berkurang waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain (keluarga, teman)
  • Positif : dapat menentukan dan mengelola prioritas sehingga berguna bagi diri sendiri dan orang lain

Pilihan 2

  • Negatif: meluangkan waktu untuk mengcoach rekan lain, orang lain mungkin merasa mendapatkan tambahan beban kerja, kemungkinan hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi diri
  • Positif:  membangun tim kerja  yang lebih solid dan profesional

Pilihan 3  

  • Negatif: kemungkinan terjadi kesalahpahaman atau konflik dengan rekan atau atasan
  • Positif: mengembangkan kompetensi diri dan kinerja dapat meningkat, kontribusi yang lebih besar untuk sekolah

CHOICES/ PILIHAN KEPUTUSAN

Hal ini berkaitan dengan apa keputusan yang dapat diambil

Setelah dipertimbangkan konsekuensi yang ada, maka saya akan mengambil pilihan untuk belajar mengembangkan keterampilan menentukan prioritas karena itu akan memberikan dampak pada kualitas.

Lihat Juga : Model TIRTA Coaching dalam Guru Penggerak

REFLEKSI

Selanjutnya adalah Refleksi. Bagaimana berjalannya keputusan yang  diambil?

Pilihan yang diambil perlu terus direfleksikan untuk mengetahui efektivitasnya. Jika tidak efektif, maka  ulangi proses dari  kerangka  POOCH ini

Kerangka kerja POOCH ini dapat efektif jika dikerjakan dengan tenang dan jujur melihat situasi riil. Selain mampu membuat pilihan keputusan, seseorang yang memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab akan dapat menyikapi konsekuensi atas keputusan tersebut dengan baik, termasuk jika hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Lihat Juga : 

 

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *