Penguatan Numerasi Pada Matematika

Pada artikel ini akan dibahas berkaitan dengan tahapan dalam pengembangan materi penguatan numerasi pada mata pelajaran Matematika. Selamat membaca

Numerasi Pada Matematika

Penguatan numerasi pada matematika dapat dilakukan dengan melihat mata pelajaran lain sebagai menyediakan konteks yang bermakna di mana konsep matematika dapat diperkenalkan atau dikembangkan. Penguatan numerasi dapat dilakukan guru dengan menekankan penalaran matematika dan proses pemecahan masalah matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Numerasi pada matematika

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Literasi numerasi merupakan salah satu bagian dari dari Gerakan Literasi Nasional (GLN). Seperti yang telah disampaikan pada laman resmi GLN, dijelaskan bahwa Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk :

  • Menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.
  • Menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya.)
  • Menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi Numerasi sangat erat kaitannya dengan Matematika. Untuk itu, sebagai seorang guru matematika, mimin juga harus menggalakan gerakan literasi numerasi ini.

Lihat Juga : Pengembangan Karakter Kurikulum Prototipe

Langkah Pengembangan Materi Penguatan Numerasi

Berikut ini langkah-langkah yang dapat dibuat oleh seorang guru matematika dalam Pembelajaran Matematika.

1. Tahap Pendahuluan

Tahap pendahuluan dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan konteks, kajian literatur, pengembangan kerangka konseptual atau teoritis dari konten yang akan dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan dengan penekanan utama pada validitas konten, bukan pada konsistensi dan kepraktisan. Kegiatan pada tahap pendahuluan yakni meliputi :

  1. Menganalisis Kurikulum, Kompetensi Dasar, dan kajian pustaka
  2. Menghasilkan prototipe awal dari hasil kajian butir 1

Lihat Juga :Evaluasi Kurikulum 2013 

2. Tahap Pembuatan Prototipe

Tahap pembuatan prototipe merupakan tahap mendesain dari prototipe awal sampai prototipe yang sudah valid dan praktis. Berikut ini tahapan pada pembuatan prototipe:

  1. Langkah pertama diawali dengan validitas konstruk dan kepraktisan.
  2. Selanjutnya untuk efisiensi melalui kegiatan seperti pengembangan dari prototipe awal sampai akhir yang akan diujicobakan
  3. Revisi  prototipe berdasarkan penilaian ahli dan/atau melalui FGD (Focus Group Discussion). 

3. Tahap Asesmen

Tahapan ketiga adalah tahapan asesmen dimana prototipe yang sudah valid dan praktis harus diujicobakan pada satu kelas, untuk mengetahui efek yang berpotensi dari aktivitas yang sudah dikembang tersebut.  Hasil dari prototipe yang diujijobakan adalah kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik terhadapt materi yang diajarkan dengan prototipe yang ada.

Evaluasi Prototipe

Yang menjadi fokus utama dalam tahapan ini adalah kepraktisan dan efisiensi. Prototipe dievaluasi untuk mengetahui kepraktisan, keberlanjutan dan keefektifannya setelah diujicobakan kepada peserta didik yang menjadi sasaran/target (sumber)

 

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *