Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Mengapa Harus?

Artikel ini berkaitan dengan pengenalan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan mengapa harus dilaksanakan di sekolah. (Dikutip dari sumber resminya). Selamat membaca.
PPK adalah milik kita semua

“Gerakan pendidikan di sekolah merupakan upaya memperkuat karakter peserta didik dengan mengembalikan marwah pendidikan berasas Ki Hadjar Dewantara, yakni Olah Hati, Olah Rasa, Olah Karsa, dan Olah Raga.”

“Dukungan publik dibutuhkan guna menambah proses kualitas pendidikan karakter yang lebih baik, oleh sebab itu keterlibatan orang tua, sekolah, dan masyarakat merupakan sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental. Masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita semua.”

Lambang Negara Garuda Pancasila
(Sumber Gambar : Cerdasberkarakter.kemdibud.go.id)

Apa Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Berikut ini Tujuan dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang telah di rumuskan secara lebih terperinci.

  1. Membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan;
  2. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia;
  3. Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi ekosistem pendidikan.

Lihat Juga : Profil Pelajar Pancasila : Pengertian dan Jenis

Mengapa Perlu melaksanakan PPK di sekolah

Berikut ini beberapa alasan mengapa Penguatan Pendidikan Karakter itu Penting diterapkan di sekolah. (Dikutip dari sumber resminya).

  1. Amanat Undang-Undang dan Kebijakan Nasional Pendidikan. UU Sisdiknas, Nawacita, Trisakti, RPJMN 2015-2019, Amanat Presiden RI, Kebijakan Kemendikbud
  2. Fokus pada Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter bukan produk baru, bukan mata pelajaran, bukan kurikulum baru tetapi merupakan penguatan atau fokus dari proses pembelajaran dan sebagai poros/ruh/jiwa pendidikan
  3. Penguatan Peran Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat. PPK mendorong penguatan ekosistem pendidikan (Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat)
  4. Praktik-Praktik Baik. Kekayaan pengalaman dan praktik-praktik baik sekolah khususnya Kepala Sekolah dan Guru
  5. Keteladanan. Keteladanan dan perilaku baik Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua dalam keseharian
  6. Konsep Pembelajaran Dialogis. PPK Berbasis Kelas, PPK Berbasis Budaya Sekolah, PPK Berbasis Partisipasi Masyarakat
  7. PPK Terintegrasi dengan Seluruh Aktivitas KBM di Sekolah
Share This

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *