Peta Konsep : Solusi untuk Miskonsepsi Pembelajaran

Artikel berikut berkaitan dengan Peta Konsep untuk mengatasi Miskonsepsi dalam pembelajaran. Selamat membaca

Pengertian Miskonsepsi

Arti dari Miskonsepsi (dikutip dari Mosik, 2010) adalah sebagai kesalahan pemahaman yang mungkin terjadi selama atau sebagai hasil dari pengajaran yang baru saja diberikan. Pemahaman ini berlawanan dengan konsepsi-konsepsi ilmiah yang dibawa atau berkembang dalam waktu lama.

Penyebab Miskonsepsi

Salah satu penyebab kesalahan yang terjadi terhadap pemahaman dari sebuah konsep pelajaran bisa adalah karena pemahaman siswa itu sendiri. Setiap manusia memiliki pemikirannya sendiri dan terkadang membuat kesimpulan atas apa yang telah dialaminya. Beberapa diantaranya menyimpulkan sebuah kejadian secara harfiah saja tanpa ada telaah lebih lanjut dan tidak dihubungkan dengan konsep-konsep yang lainnya.

Mengajarkan konsep kepada siswa juga dapat dilakukan dengan cara “concept mapping” (Gabel, 2003). Menurutnya, concept mapping dapat membantu siswa untuk fokus dalam memahami hubungan antara beberapa konsep yang berkaitan, sehingga siswa dapat mengingatnya dalam waktu yang cukup lama. Meskipun Concept mapping akan membuat siswa merasa bosan, akan tetapi cara ini menurut Gabel akan lebih efektif dalam mengajarkan konsep ketika seorang guru melakukannya dengan variasi metode yang menarik.

Lihat Juga : Guru Merdeka Belajar : 4 Kunci Pengembangannya.

Pengertian peta konsep

Peta konsep adalah diagram atau alat grafis yang secara visual mewakili hubungan antara konsep dan ide. Kebanyakan peta konsep menggambarkan ide sebagai kotak atau lingkaran (juga disebut node), yang terstruktur secara hierarkis dan terhubung dengan garis atau panah (juga disebut busur). Garis-garis ini diberi label dengan menghubungkan kata dan frase untuk membantu menjelaskan hubungan antar konsep.

Canas et al. (2003) described a number of educational applications of concept mapping including: “a scaffold for understanding, a tool for consolidation of educational experience, a tool for improvement of effective conditions for learning, an aid or alternative to traditional writing assignments, a tool to teach critical thinking, a mediating representation for supporting interaction among learners, and an aid to the process of learning by teaching. (resource)

Lihat Juga : Mind Map : What is and What For?

Perbedaan Mind Maps dan Concept Maps

Banyak orang yang masih kesulitan dalam membedakan Peta Konsep (Concept Maps) dan Peta Pikiran (Mind Maps). Berikut ini perbedaannya seperti yang dikutip dalam www.lucidchart.com

Peta Konsep (Concept Maps)

  • Digunakan untuk mewakili pengetahuan tacit, seperti teori atau konsep yang ada. Ide-ide biasanya dihasilkan dari luar. (Pengetahuan tacit adalah kecerdasan yang kita miliki yang diperoleh melalui pengalaman pribadi dan profesional yang telah Anda pelajari baik dalam peran Anda saat ini maupun pekerjaan sebelumnya. Ini adalah pengetahuan yang sulit untuk dijelaskan dan menantang untuk di dokumentasi kan)
  • Cenderung merepresentasikan pengetahuan akademis, sehingga penerapan nya lebih formal
  • Berisi pengetahuan umum di dekat bagian atas peta, dengan konsep terkait yang disusun secara hierarkis di bawah
  • Tampilkan topik dengan cross-linking dan multiple relationships.

Lihat Juga : Konsep Merdeka Belajar

Peta Konsep (Concept Maps)

Peta Pikiran (Mind Maps)

  • Digunakan untuk menyempurnakan seperangkat ide, yang sering dihasilkan secara internal
  • Cenderung mewakili lebih banyak variasi tugas dan konsep, sehingga penerapannya lebih fleksibel
  • Berisi satu kata, frasa, atau gambar di tengah peta, dengan gagasan terkait yang memancar keluar ke segala arah
  • Tampilkan topik utama tunggal dan beberapa sub topik

Peta Pikiran (Mind Maps)

 

 

Share This

Add a Comment

Your email address will not be published.